6 Pertanyaan Untuk Ditanyakan pada Pasangan Anda Di Awal Hubungan Anda

Sedang Trending 6 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Jadi, Anda berada dalam hubungan baru dan segala sesuatunya membaik bagi Anda. Anda semakin mengenal orang Anda dan Anda betul-betul merasa inilah orangnya.

Namun, mengamankan hubungan nan tepat bisa jadi rumit tanpa mengusulkan pertanyaan nan tepat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Untungnya, terapis Jeff Guenther siap membantu kami dengan menguraikan enam pertanyaan nan perlu Anda tanyakan di awal hubungan jika Anda mau mengamankan ikatan Anda.

TERKAIT: Jika Anda Benar-Benar Mencintai Seseorang, Anda Menanyakan 10 Pertanyaan Ini Setiap Hari

1. Apa nan dianggap curang?

Ketika kita berpikir untuk memperkuat hubungan, kita menghindari topik seperti perselingkuhan lantaran tidak nyaman – dan kita memilih untuk tidak memikirkannya.

Tapi, gimana Anda bisa berambisi untuk mengamankan hubungan Anda jika Anda apalagi tidak sependapat dengan pasangan Anda?

Sangat mudah untuk percaya bahwa Anda berdua bisa sepakat tentang apa nan dianggap sebagai perselingkuhan. Namun, Anda bakal terkejut.

Bagi sebagian orang, menggoda alias berkencan dengan rekan kerja tidak dianggap selingkuh. Bagi nan lain, apalagi mempunyai kawan musuh jenis pun melewati batas.

Guenther mendesak kita, “Pikirkan perihal nan sama alias perihal ini bakal kembali menghantui Anda.”

2. Apakah ada hal-hal tertentu nan Anda sepakati untuk tidak diceritakan satu sama lain?

Sudahkah Anda berbincang dengan pasangan Anda tentang apa nan semestinya dilarang? Sudahkah Anda membicarakan info nan kudu Anda bagikan? Kenyataannya adalah, pasangan Anda mungkin tidak perlu mengetahui segalanya. Faktanya, mereka mungkin memilih untuk tidak mengetahui segalanya demi melindungi kedamaian jiwa mereka.

Namun, inilah kenapa Anda kudu berbincang dengan pasangan Anda dan mempunyai pemahaman nan sama tentang info apa nan boleh dan tidak boleh dibagikan.

Dan siapa nan tahu? Anda mungkin menyadari bahwa pasangan Anda mungkin tidak mau tahu jika kawan Anda tidak menyukainya. Atau Anda mungkin mendapati dia tidak mau tahu apakah mantannya mengirimi Anda pesan.

pasangan duduk di lantai berbicara Tujuh Puluh Empat / Shutterstock

3. Apakah ada hal-hal dalam suatu hubungan nan hanya diperuntukkan bagi kita?

Apakah ada batas dalam berbagi info tentang hubungan Anda? Dan di manakah tepatnya garis itu kudu ditarik?

Dari pengalaman saya, teman-teman menyebut kehidupan seks mereka kepada saya tanpa alasan. Dan sayangnya, sering kali, teman-teman ini mungkin tidak mendapatkan persetujuan pasangannya sebelumnya.

Dan ketika kita betul-betul memikirkannya, itu betul-betul kacau. Bagaimanapun, setiap orang berkuasa atas sedikit privasi, terutama dalam kehidupan seksnya.

Jadi, tanyakan pada pasangan Anda di mana garis tersebut kudu ditarik. Dan apakah batasannya berubah jika menyangkut orang-orang tertentu seperti personil keluarga?

TERKAIT: 6 Jebakan Hubungan nan Sehat, Dihindari Pasangan Sukses Dengan Segala Cara

4. Apakah krusial untuk mengetahui apakah saya pernah berkencan alias berasosiasi dengan salah satu kawan saya?

Ini bisa menjadi pertanyaan nan canggung, terutama jika itu tentang Anda. Hubungan masa lampau biasanya merupakan topik nan sensitif bagi kebanyakan orang.

Dan jujur ​​saja, pasangan Anda mungkin tidak mau mendengar tentang “petualangan” Anda sebelumnya. Namun, mengetahui hubungan masa lampau ini dapat membantu pasangan Anda lebih siap jika berjumpa dengan orang tersebut.

5. Bagaimana perasaanmu tetap berasosiasi dengan mantan?

Beberapa dari Anda nan membaca ini mungkin memutar mata. Anda mungkin berpikir ini terlarang dan tidak boleh dibicarakan.

Namun, banyak orang tetap berasosiasi dengan mantannya lantaran argumen nan tidak diketahui. Namun, inilah kenapa sebaiknya Anda mengetahui apakah batas ini perlu ditetapkan agar Anda dapat menghindari pertengkaran dan kesalahpahaman.

Cerita Terkait Dari YourTango:

6. Bagaimana emosi Anda jika saya mempunyai hubungan dekat dengan orang-orang nan berjenis kelamin sama dengan saya?

Saya telah mendengar pendapat berbeda dari kawan tentang topik ini. Ada nan tidak setuju jika pasangannya mempunyai kawan nan berjenis kelamin sama dengan nan mereka sukai, ada pula nan tidak keberatan.

Inilah sebabnya kenapa mengobrol dengan pasangan Anda tentang hal-hal ini dan mempunyai pemahaman nan sama menjadi krusial jika Anda mau menjadi satu tim.

Saya mengerti, beberapa pertanyaan ini mungkin terasa berlebihan. Membicarakan masa lampau alias menetapkan batas mungkin terasa tidak nyaman bagi sebagian orang.

Namun, begitu Anda menangani topik-topik ini dan mengetahui posisi Anda, hubungan Anda bakal menjadi lebih lancar sejak saat itu.

TERKAIT: 29 Pertanyaan Hubungan Untuk Ditanyakan pada Pasangan Anda Agar Merasa Lebih Dekat & Lebih Terhubung

Marielisa Reyes adalah seorang penulis dengan gelar sarjana ilmu jiwa nan meliput topik self-help, hubungan, karir, dan keluarga.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita