5 Risiko Menggunakan Toner dan Tinta Printer Palsu

Sedang Trending 1 bulan yang lalu
ARTICLE AD BOX

Penggunaan tinta printer tiruan dapat memberikan akibat besar bagi aset perusahaan Anda. Meskipun toner alias tinta tiruan harganya lebih murah, risikonya kudu dipertimbangkan lantaran bisa mendatangkan kerugian. Untuk meminimalisir akibat ini sangat disarankan untuk menggunakan tinta dan toner original nan dijual oleh penjual resmi di Indonesia.

Saat ini printer adalah salah satu peralatan instansi nan umum digunakan. Fungsinya sangat vital, mulai dari cetak invoice, proposal, daftar nilai produk, dan beragam jenis arsip lainnya. Kualitas tinta adalah salah satu aspek nan kudu diperhatikan lantaran bisa menentukan sebagus apa hasil cetak.

Tinta tiruan membikin hasil cetak tidak jelas sehingga menurunkan gambaran perusahaan Anda di mata pengguna nan menerima arsip tersebut. Tinta tiruan dibuat tanpa pengetesan kualitas sehingga bisa menyebabkan kerusakan dan menghanguskan agunan printer. Untuk membantu Anda memahaminya, berikut ini adalah beberapa akibat nan patut Anda pertimbangkan saat menggunakan tinta palsu:

1. Tinta Palsu Menghasilkan Kualitas Cetak nan Buruk

Tinta dan toner tiruan tidak dapat memberikan hasil cetak nan bagus. Kualitas cetak nan jelek menghasilkan gambar nan kabur, warna tidak akurat, dan mudah pudar. Tinta tiruan dibuat tanpa melalui prosedur pengetesan nan ketat sehingga hasil cetaknya tidak konsisten dalam kualitas warna, ketajaman, dan daya tahannya.

Tinta Printer Palsu Merugikan Konsumen

Tinta tiruan dibuat menggunakan bahan pigmen warna nan tidak bagus seperti tinta resmi. Ditambah lagi, beberapa tinta tidak resmi mempunyai keahlian cetak terbatas dibanding tinta resmi. Ini menyebabkan tinta tiruan tidak bisa mencetak gambar alias teks dalam resolusi tinggi.

Tinta tiruan mengandung bahan kimia nan tidak cocok dengan kebutuhan printer. Hal ini dapat memengaruhi keahlian tinta untuk melekat pada kertas. Ini membikin hasil cetak tidak bisa menyatu sempurna di kertas sehingga sigap pudar. Kecerahan warna juga tidak memperkuat lama dibanding tinta resmi. Hasil cetak tidak tahan dari paparan sinar UV dan udara.

2. Merusak Komponen Printer

Bahan kimia dalam toner dan tinta tiruan berbeda dari produk resmi. Penggunaan tinta tiruan dapat menyebabkan kerusakan dan keausan pada komponen krusial printer, seperti: drum, roller, dan sensor. Ini membikin Anda kudu mengeluarkan biaya perbaikan nan mahal.

Tinta Palsu bisa merusak printer

Partikel dalam tinta tiruan mempunyai ukuran nan berbeda dengan tinta resmi. Partikel nan terlalu besar dapat menyebabkan penyumbatan pada nozzle dan jalur tinta. Hambatan di jalur tinta dapat merusak komponen. Selain itu, tinta non resmi juga tidak dilengkapi perlindungan anti korosi sehingga bisa tidak dapat menyediakan perlindungan pada komponen krusial printer.

Risiko penggunaan tinta printer tiruan lainnya adalah menyebabkan overheating dan overpressure. Penyebabnya lantaran tinta tiruan mempunyai titik leleh lebih rendah dibanding tinta resmi. Toner tiruan juga tidak dirancang untuk bekerja efisien dengan teknologi elektrofotografi pada priter laser. Ini nan menyebabkan kerusakan pada drum dan roller.

3. Merusak Masa Garansi Printer

Penggunaan toner dan tinta tiruan melanggar agunan printer. Produsen printer umumnya mempertimbangkan masa agunan produknya dengan dugaan pengguna menggunakan komponen dan tinta resmi. Tinta tiruan tidak memenuhi standar dan spesifikasi nan ditetapkan produsen. Ini nan membikin komponen printer lebih sigap rusak dan performanya tak stabil.

Tinta Palsu Merusak Masa Garansi

Bahan-bahan nan terkandung dalam tinta tidak resmi mempunyai sifat korosif. Ini bisa merusak komponen internal printer, seperti: drum, roller, print head, dan bagian lainnya. Jika kerusakan terjadi, produsen tidak bakal mau menanggung biaya perbaikan melalui garansi.

4. Risiko untuk Kesehatan dan Lingkungan

Menggunakan tinta dan toner printer tiruan dapat membawa akibat pada kesehatan dan lingkungan. Penyebabnya lantaran tinta tiruan menggunakan bahan kimia nan tidak kondusif digunakan. Berikut ini adalah beberapa akibat nan bakal Anda hadapi:

Tinta Tidak Resmi mencemari lingkungan

Risiko Tinta Printer Palsu untuk Kesehatan

  • Tinta tiruan mengandung bahan kimia nan menyebabkan iritasi kulit dan mata
  • Penguapan bahan kimia nan tidak kondusif di ruangan kurang ventilasi menyebabkan masalah pernapasan
  • Partikel tinta nan mini dapat terbang di udara dan masuk ke dalam sistem pernapasan
  • Tinta tiruan mengandung logam berat alias senyawa organik volatil nan merusak kesehatan manusia.

Risiko Tinta Printer Palsu untuk Lingkungan

  • Bahan kimia rawan mencemari sumber air dan tanah jika tidak dibuang dengan benar
  • Kandungan bahan kimia tinta tiruan susah terurai sehingga bisa merusak ekosistem alam
  • Paparan bahan kimia tinta tiruan nan rawan membunuh organisme krusial dalam rantai makanan
  • Proses produksinya tidak ramah lingkungan sehingga bisa merusak alam jika siklus permintaan produk tidak dihentikan.

5. Tinta Palsu Tidak Memiliki Dukungan Teknis

Tinta tidak resmi diproduksi oleh pihak ketiga nan tidak terafilisasi dengan produsen resmi. Oleh karena itu, produsen tidak mempunyai tanggungjawab untuk memberi support teknis pada penggunaan produk nan tidak resmi. Dan perlu diingat, jika tinta menyebabkan kerusakan komponen, produsen juga tidak bakal memberi komponen pengganti secara cuma-cuma lantaran itu di luar tanggung jawab mereka.

Risiko Menggunakan Tinta Printer Palsu

Produsen printer memberi support teknis untuk produknya lantaran terlibat dalam pengembangan sampai pengujian. Penggunaan tinta printer tiruan menyulitkan produsen ke penanganan masalah pada produk. Hal ini menyulitkan produsen menangani keluhan dan masalah akibat kualitas tinta nan tidak sesuai saat pengetesan produk.

Mencegah Risiko Penggunaan Tinta Printer Palsu

Tidak bisa dipungkiri, langkah paling kondusif untuk mencegah akibat jelek penggunaan tinta printer tiruan adalah dengan dengan memakai tinta asli. Tinta original sudah disesuaikan dengan spesifikasi printer. Proses produksinya sudah melalui proses uji keamanan dan kualitas nan ketat.

Cara Mengecek Tinta Asli alias Palsu

Bisa saja Anda tertipu oleh tinta tiruan nan dikemas menyerupai tinta asli. Jangan tergiur oleh nilai murah, lantaran tinta original tidak dijual di bawah nilai pasaran nan direkomendasikan. Selain itu, ada beberapa tips nan bisa Anda lakukan untuk menghindari penipuan, yaitu:

Cara mengecek keaslian tinta dan toner printerCara mengecek keaslian tinta HP dengan QR Code.
  • Beli toner dan tinta printer original di toko terpercaya, misalnya Bhinneka
  • Cek bungkusan produk apakah dicetak dengan baik alias tidak
  • Cek kelengkapan produk lainnya seperti petunjuk penggunaan
  • Beberapa produsen biasanya membikin label hologram untuk menandai keaslian produk
  • Pindai kode QR pada label dengan smartphone untuk pengesahan keaslian produk
  • Setelah beli, segera periksa hasil cetak. Jika terdapat penurunan segera hentikan penggunaan
  • Cek notifikasi printer. Beberapa printer dapat memberikan peringatan saat mendeteksi tinta palsu
  • Rutin pembaruan firmware untuk meningkatkan keahlian penemuan printer dan memperbaiki masalah akibat penggunaan tinta palsu.

Penggunaan tinta printer tiruan sangat merugikan konsumen. Printer jadi sigap rusak lantaran ukuran partikel tinta tidak sama seperti tinta asli. Ini menyebabkan partikel menyumbat saluran tinta. Selain itu, menggunakan tinta nan tidak resmi dapat merusak agunan produk. Oleh karena itu, beli tinta dan toner printer di toko terpercaya untuk menghindari produk palsu. Walau tidak semurah tinta palsu, namun pastinya membikin printer Anda lebih awet.

Selengkapnya
Sumber Kabar Tekno Bhinneka
Kabar Tekno Bhinneka