5 Pelajaran Tak Ternilai yang Balita Saya Ajarkan Tentang Pernikahan | Teresa Petersen Mendoza

Sedang Trending 3 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Saya seorang mahir family dan hubungan, tetapi saya tidak selalu menjadi istri terbaik. Baru-baru ini saya menyadari bahwa saya begitu sibuk dengan peranku nan lain sehingga saya tidak terlalu memperhatikan pernikahanku seperti nan saya janjikan. Suamiku adalah sahabatku, tapi jika saya tidak lebih konsentrasi padanya, perihal itu bisa berubah. Lucunya, saya sering terkenang bakal perihal itu melalui peran saya sebagai orang tua. Putra kami, Cooper, adalah balita nan aktif dan senang dan kami semua sangat menyayanginya. Melihat dia belajar tentang kehidupan telah mengajarkan saya 5 pelajaran krusial ialah Jadi krusial untuk pernikahan nan panjang dan bahagia.

Berikut adalah 5 pelajaran berbobot nan diajarkan anak saya tentang pernikahan:

1. Anda bisa lari, tapi Anda tidak bisa bersembunyi

Anda tahu anak Anda pelari nan baik ketika ibu-ibu lain memperhatikannya dan berkata, “Wow, anakmu cepat!” nan tidak dia kuasai adalah bersembunyi. Kaki, badan, alias pantatnya selalu menonjol. Dalam pernikahan, terkadang kita saling lari dan berupaya berlindung di kembali argumen pekerjaan, anak, dll. Namun, kita tidak bisa berlindung dari satu sama lain. Orang lain hanya memandang Anda bersembunyi.

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

TERKAIT: 5 Kebenaran Tidak Nyaman Tentang Pernikahan nan Sering Disalahartikan Sebagai 'Masalah'

2. Kita semua butuh waktu istirahat

Hidup ini penuh tekanan. Banyak perihal nan datang pada kita, dan itu membikin kita kewalahan dari waktu ke waktu. Terkadang, perihal terbaik untuk dilakukan adalah meluangkan waktu. Saya mendudukan Cooper di tangga ketika dia menjadi terlalu kasar alias perlu rehat sebentar, dan saya perlu melakukan perihal nan sama untuk diri saya sendiri. Daripada menutup mulut suamiku alias menyerangnya ketika keadaan terasa “tidak menyenangkan”, saya mencoba meluangkan waktu untuk bernapas dan memikirkan apa tujuanku nan sebenarnya dalam situasi tersebut. Kemudian saya terlibat kembali dalam hubungan saya, dan segalanya biasanya menjadi lebih baik.

TERKAIT: Mengapa Pernikahan Saya Selalu Didahulukan Sebelum Anak Saya

3. Ambillah kesempatan, meskipun Anda mungkin terluka

Kami menghadiri Gymboree dan anak saya nan berumur 21 bulan adalah nan melompat (atau jatuh) dari peralatan tertinggi. Dia hanya membersihkan diri, meminta ciuman, dan kembali bermain. Dia tidak cemas disakiti lantaran dia terlalu sibuk dengan kehidupan. Kita juga perlu melakukan perihal ini dalam pernikahan. Mitra tidak mengatakan hal-hal nan perlu dikatakan sampai semuanya nyaris terlambat. Jadi daripada merasa takut, saya langsung menjatuhkan diri, mengatakan apa nan saya rasakan, dan bertanya gimana dia memandang sesuatu. Terkadang itu menakutkan, tapi saya selalu merasa lebih baik dalam jangka panjang.

TERKAIT: Cara Menikah Bahagia Menurut Pria Menikah Bahagia

4. nan Anda butuhkan hanyalah pelukan nan erat

Balita memerlukan banyak kasih sayang bentuk dari orang nan mereka sayangi, namun jauh di lubuk hati, kita pun demikian. Jika kita mau mendukung dan mencintai, kita tidak selalu beralih pada pasangan kita. Memiliki kawan dan family nan dapat diandalkan memang penting, namun pasangan Anda semestinya menjadi nan utama. Berhenti, bersandarlah, dan biarkan dia memeluk Anda. Membiarkan pasangan Anda menjadi sahabat terbaik dan orang kepercayaan utama Anda bakal memberikan keajaiban bagi pernikahan Anda.

5 Pelajaran Tak Ternilai nan Balita Saya Ajarkan Tentang PernikahanMateus Souza / Pexels

5. Waktu bermain adalah suatu keharusan

Seringkali saya konsentrasi pada kekacauan hidup dan tidak meninggalkan segalanya dan bermain-main. Hal ini tidak bertindak bagi Cooper. Dia meninggalkan segalanya demi sebuah lagu bagus nan mau dia bawakan dan mengundang saya untuk bergabung. Bagaimana kita bisa terhubung dengan orang-orang di sekitar kita, termasuk pasangan kita, jika kita tidak berakhir dan bermain bersama? Hal-hal lain dalam hidup terkadang tampak lebih krusial pada saat itu, namun terkadang, Anda perlu mengingat apa nan baru Anda ketahui saat tetap kecil. Apa pun hambatannya, pernikahan Anda kudu diutamakan

Cerita Terkait Dari YourTango:

TERKAIT: 10 Pelajaran Penting nan Akan Membuat Pernikahan Anda Abadi

Teresa Petersen Mendoza adalah seorang terapis pernikahan dan family serta pembimbing pemulihan perceraian.

www.yourtango.com

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita