3 Aturan Menangani Konflik Yang Benar-Benar Sampah Menurut Seorang Terapis

Sedang Trending 5 hari yang lalu
ARTICLE AD BOX

Hubungan bisa jadi rumit, terutama jika menyangkut penanganan konflik. Di satu sisi, kami mau menyelesaikan masalah dengan pasangan kami dan melanjutkan hidup.

Di sisi lain, langkah kita menangani bentrok dapat berakibat pada stabilitas dan umur panjang hubungan kita. Dan kebanyakan dari kita tanpa sadar mengikuti patokan tidak tertulis ini untuk menjaga hubungan kita tetap utuh. Namun, gimana jika aturan-aturan ini lebih banyak merugikan kita daripada manfaatnya?

IKLAN

GULIR UNTUK MELANJUTKAN KONTEN

Terapis Jeff Guenther membahas tiga patokan umum dalam menangani bentrok nan menurutnya sebenarnya tidak masuk akal.

3 Aturan Tentang Konflik nan Benar-benar Sampah

1. Jangan pergi tidur dalam keadaan marah.

Anda sering mendengar patokan umum tentang hubungan: Jangan pernah pergi tidur dalam keadaan marah. Tapi patokan ini betul-betul sampah. Jika Anda berdua terpicu dan kesal, lebih baik tidur saja.

Guenther berkata, “Ini memungkinkan Anda mengakses bagian otak Anda nan logis dan penuh kasih sayang.”

Menjernihkan pikiran adalah langkah terbaik untuk memasuki kondisi pikiran ini. Jadi, jika Anda marah lantaran pasangan Anda jengkel alias jengkel dengan tindakan Anda, terkadang lebih baik Anda tidur saja.

Meski tidak nyaman, menenangkan diri dan menunggu bakal memberi Anda daya dan kesabaran untuk menyelesaikan masalah bersama.

TERKAIT: 8 Cara Menyelesaikan Konflik Dalam Hubungan Saat Anda Sakit Dan Lelah Bertengkar

2. Jangan bercanda.

Selama konflik, kita mudah terjebak dalam ketegangan dan kesungguhan semua itu. Dan kebanyakan orang tidak mau berbual alias mencairkan suasana lantaran cemas perihal itu bakal memperburuk keadaan.

Namun seperti nan dikatakan Guenther, “Menambahkan kesembronoan di tengah perdebatan sengit adalah sebuah seni.”

Menggunakan lawakdapat membantu meredakan ketegangan dan menunjukkan kepada Anda dan pasangan bahwa bentrok tersebut mungkin tidak seserius nan Anda bayangkan sebelumnya. Jadi, jika lawakkamu diterima dengan baik maka bisa menenangkan keadaan.

“Namun, itu adalah sebuah 'jika' nan besar,” kata Guenther. Seni berbual berangkaian dengan waktu. Dan jika Anda tidak mengatur waktu lelucon Anda dengan tepat, Anda dapat memperburuk situasi.

Pertimbangkan professional dan kontra lelucon Anda. Jika Anda mengambil akibat dan berhasil, selamat, hubungan Anda berada di jalur sigap menuju penyelesaian.

Namun jika gagal, kemungkinan besar Anda bakal kesulitan menemukan titik temu.

TERKAIT: 10 Cara Kecil Pasangan Dapat Segera Menyelesaikan Konflik Apa Pun

3. Selalu berkompromi.

Saat Anda bentrok dengan pasangan, biasanya tujuannya adalah untuk menemukan kompromi. Anda mau semuanya setara dan Anda berdua merasa puas dengan hasilnya.

Dan ya, kompromi sangat krusial dalam hubungan apa pun. Namun, melalui kompromi, kebencian dan rasa sakit hati bisa mulai terbentuk.

Jika kompromi Anda mendorong batas pasangan Anda, kemungkinan besar dia bakal mulai merasa jengkel dengan hubungan Anda. Dan perlahan, mereka bakal mulai menutup diri.

Jadi, berusahalah untuk berkompromi, tetapi hormati juga batas pasangan Anda. Dan jika Anda tidak dapat menemukan jalan tengah lantaran batas tersebut, tidak apa-apa. Anda tidak kudu menyetujui semuanya.

Cerita Terkait Dari YourTango:

Hubungan bisa jadi sulit, dan tidak ada patokan baku untuk menangani semua tantangan nan menghadang Anda. Setiap pasangan mempunyai langkah masing-masing dalam menghadapi bentrok nan menguntungkan mereka.

Namun dengan mencoba ketiga patokan ini, Anda dapat meningkatkan langkah Anda dan pasangan menyelesaikan konflik, sehingga membawa lebih banyak kebahagiaan dan stabilitas dalam hubungan Anda.

TERKAIT: Bagaimana Pasangan nan Tetap Bersama Selamanya Mengelola Konflik

Marielisa Reyes adalah seorang penulis dengan gelar sarjana ilmu jiwa nan meliput topik self-help, hubungan, karir, dan keluarga.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita