10 tanda kecil bahwa kepribadian sejati Anda telah mengambil alih

Sedang Trending 2 minggu yang lalu
ARTICLE AD BOX

Tolong cubit aku. ini adalah milikku? Beberapa tahun lampau saya mengira orang nan menikah dan punya anak itu gila. Saya tidak percaya pada pernikahan alias cinta sejati. Saya acak-acakan dan tidak tahu sungguh buruknya itu. Semua lapisan pengkondisian sosial, ketakutan, dan kepercayaan nan membatasi menghalang saya sampai saya mulai melepaskannya satu in step with satu. Penyembuhan adalah sebuah proses. Namun saya tidak percaya saya bisa duduk di pantai nan bagus ini berbareng suami dan bayi mini saya nan berharga. Hatiku tidak pernah sepenuh ini. Ketika saya memandang Levi, saya merasa seperti remaja berumur 14 tahun nan sedang jatuh cinta. Tidak ada kata-kata tetapi ini nan paling dekat.

Perubahan dari dalam adalah mungkin. Dibutuhkan kerja keras dan tekad, tetapi itu sepadan. Saya tidak dapat membayangkan di mana saya bakal berada jika saya tidak peduli dengan ketakutan dan kepercayaan saya nan membatasi. Hari ini saya dapat memandang perubahan luar biasa nan saya alami dan saya sangat berterima kasih telah melakukan pekerjaan batin. Atau saya tidak bakal duduk di sini hari ini. Perhatian penuh adalah sebuah perjalanan. Kita sering tidak menyadari seberapa jauh kemajuan nan telah kita capai sampai kita mencapai tonggak tertentu.

Berikut 10 tanda mini bahwa jati diri Anda telah mengambil alih:

1. Mengatakan “tidak” menjadi lebih mudah.

Sampai usia 30-an, saya tidak pernah berbicara “Tidak!” Kepada siapa pun. Saya lebih memilih untuk tidak hadir, saya bakal membikin banyak alasan, alias lebih jelek lagi – saya bakal menyangkal apa nan sebenarnya saya inginkan daripada berani mengatakan “Tidak!” Hidup dengan langkah ini bakal menghancurkan jiwa Anda menjadi jutaan keping (atau lebih). Hal ini terjadi pada saya tanpa saya sadari sampai saya tersesat. Semakin saya melepaskan semua lapisan pengondisian, semakin saya dapat berkata: “Tidak, ini bukan nan saya inginkan.” Pertama, biasanya hal-hal mini kepada orang asing, tapi kemudian saya bisa mengatakan “tidak” kepada orang-orang nan telah saya latih untuk mengatakan “ya” sejak lahir – family saya.

Membela diri sendiri, nilai-nilai Anda, dan kepercayaan Anda bakal mengubah hidup Anda. Segalanya berubah bagi saya – itu berfaedah Anda tahu bahwa Anda berbobot dan dicintai. Pertama, masyarakat bakal protes lantaran tidak mau berubah. Ego mereka mau Anda bertindak persis seperti nan Anda lakukan di masa lalu. (Ego membenci perubahan.) Pada akhirnya, mereka bakal berbaris, menerima, dan hidup terus berjalan. Anda bakal bertanya-tanya kenapa Anda begitu menderita di masa lampau jika perihal itu begitu mudah.

2. Anda mengembangkan hubungan nan sehat

Pikiran manusia sungguh luar biasa. Anak saya nan berumur 17 bulan bisa mengucapkan “terima kasih!” Dalam enam bahasa saja lantaran terkena lingkungan internasional. Apapun dan dengan siapapun Anda berada di sekitar Anda, pikiran Anda bakal menyerapnya seperti spons. Diri-sejati Anda secara otomatis merasa tertarik pada orang-orang nan juga hidup secara otentik. Tiba-tiba, kita menjadi sadar bakal penderitaan orang lain dan gimana perihal itu terwujud dalam pola perilaku nan tidak kita inginkan untuk diri kita sendiri. Berkat visi baru ini, diri-sejati Anda mengatur lingkarannya dengan bijak.

3. Anda lebih rileks.

Berikanlah nan terbaik pada dunia, bukan pada nan lain. Sebagai seorang ibu bekerja, beristirahat alias meluangkan waktu untuk merawat diri adalah perihal tersulit. Tapi saya tahu jika cangkirku kosong, tidak ada gunanya bagi siapa pun. Saya kurang kreatif, kurang menyenangkan, kurang sabar, lebih reaktif, lebih lelah, dan lebih banyak memikirkan alias menggunakan ponsel. Kelelahan membikin pemulihan menjadi tidak mungkin. Untuk hadir, Anda kudu menjaga diri sendiri. Semakin selaras hidup Anda, semakin banyak ruang nan bakal Anda temukan di almanak Anda.

4. Anda lebih baik terhadap orang lain.

Ketika luka Anda sembuh, itu menjadi sumber cinta, kasih sayang, dan kebaikan. Dengan setiap langkah maju, Anda memperluas belas kasih Anda ke lingkaran nan lebih luas – hingga suatu hari Anda peduli terhadap semua makhluk hidup. Lebih mudah bagi Anda untuk memahami bahwa semua manusia mengalami suka dan duka nan sama. Seperti nan dikatakan Thich Nhat Hanh: “Rahmat dan pemaafan bisa terwujud jika kita bisa memandang penderitaan orang-orang nan menyebabkan kita menderita.” Semakin banyak kedamaian jiwa nan Anda rasakan, semakin banyak kasih sayang nan bisa Anda tawarkan.

5. Anda kurang menilai

Minggu ini di pantai kami kebetulan duduk di sebelah pertemuan mingguan para produsen buah. Fruiters adalah sekelompok orang nan hanya makan buah-buahan dan tidak makan nan lain. Kami mengundang Anda untuk berasosiasi dan mendengarkan. Hidup dengan pola makan buah-buahan tampaknya ekstrem menurut sistem kepercayaan dan kondisi sosial kita. Oleh lantaran itu, pikiran segera membunyikan sirine dan mulai membikin penilaian. Hal-hal tidak dapat ditangani ketika hal-hal tersebut sangat jauh dari apa nan kita ketahui. “Ini tidak mungkin terjadi! Mereka kelaparan. Ini sepertinya bodoh! Bagaimana mereka bisa memperkuat hidup? Saya percaya Anda mempunyai pemikiran serupa saat membaca ini.

Begitu diri Anda nan sebenarnya mengambil alih kendali, Anda bakal bisa bersikap lebih netral terhadap perspektif pandang nan berbeda tanpa perlu menyetujuinya. Jangan merasa terganggu dengan perbedaan nan ada. Anda merasa netral.

6. Anda berbicara lebih sedikit.

Mari kita lanjutkan dengan contoh di atas. Pikiran bawah sadar pasti benar. Dia tidak bisa menangani orang alias pendapat nan sangat berbeda, jadi dia mencoba membenarkan dan meyakinkan orang lain bahwa mereka salah. Seperti nan ditulis Younger Pueblo, “…keinginan untuk berbincang didorong oleh ego.” Proses ini terjadi tanpa disadari dan berujung pada pembicaraan berlebihan tanpa berupaya memahami pihak lain. Egonya pasti benar, itu satu-satunya cara.

Daripada mencoba meyakinkan orang-orang nan mengikuti pola makan buah-buahan untuk kembali ke pola makan nan lebih sesuai dengan apa nan kami anggap standard, kami mendengarkan dan mengusulkan pertanyaan. Diri-sejati Anda berbincang untuk mendapatkan lebih banyak pemahaman, dan ego berbincang untuk menyatakan bahwa dia lebih pandai alias lebih baik daripada orang lain.

7. Anda tahu apa nan Anda inginkan.

Hidup dalam kabut membikin Anda buta dan ini terwujud dalam beragam cara. Seseorang tidak mempunyai arah dalam hidupnya. Saya juga pernah ke sana. Ketika kabut begitu tebal, saya tidak tahu apa nan mau saya lakukan dalam hidup saya alias apa nan membikin saya senang selain berbelanja. Semakin Anda menciptakan jati diri Anda dan bertindak sesuai dengan itu, visi Anda bakal semakin jelas. Semakin banyak kemajuan nan Anda buat dalam perjalanan pengobatan Anda, semakin Anda tahu apa nan tepat untuk Anda dan apa nan tidak.

8. Anda melakukan apa nan diperlukan.

Mengambil tindakan itu sulit. Jika mudah, jumlah penderita depresi tidak bakal bertambah banyak. Wajah Dua puluh sembilan persen orang Amerika alias pernah menghadapi depresi pada suatu saat dalam hidup mereka, dan 17,8% dari mereka saat ini sedang dirawat lantaran depresi. luar biasa! Lebih sering lakukan apa nan diperlukan untuk memprioritaskan kesehatan psychological Anda. Anda melakukan apa nan diperlukan untuk menghadapi hal-hal susah meskipun Anda lebih suka menyalakan Netflix alias menelusuri Instagram. Anda melakukan pekerjaan dan itu terlihat!

9. Energi Anda seperti pengungkit.

Ini adalah norma nan sederhana. Jika Anda mengkritik orang lain, kemarahan Anda bakal langsung kembali kepada Anda. Jika Anda merespons dengan baik dan sensitif, Anda bakal mendapatkan kembali daya nan sama sebanyak 80%. Ibarat rebound, tenagamu langsung kembali apalagi jika Anda menabrak orang hingga pingsan. Bereaksi dan merespons dengan kemarahan adalah sistem pertahanan diri dan nyaris selalu berasal dari rasa sakit hati. Bayangkan kemarahan sebagai perisai untuk melindungi diri Anda dari rasa sakit lebih lanjut. Saat Anda hadir, jati diri Anda nan sebenarnya ada di bangku pengemudi. Ini mengesampingkan hatikecil Anda dan merespons dengan niat.

10. Anda bertanggung jawab atas bumi jiwa Anda.

Begitu Anda mengambil kepemilikan atas bumi jiwa Anda, segalanya berubah. Bukan lagi orang lain nan membikin Anda sengsara – Anda tahu bahwa perjalanan pengobatan adalah tanggung jawab Anda. Anda membentuk kehidupan nan Anda inginkan dan jangan biarkan situasi mengubah Anda. Seperti nan dikatakan Janine Reber: “Keaslian adalah keberanian untuk menjadi diri sendiri.” Diri sejati Anda tahu bahwa dia hanya dapat menyembuhkan dirinya sendiri dan menemukan kegembiraan dari dalam.

Selengkapnya
Sumber Kabar SekitarKita
Kabar SekitarKita